Cara Menggambar Ekspresi Wajah: Anatomi Wajah untuk Membuat Karakter Lebih Ekspresif

Cara Menggambar Wajah Ekspresif

Pelajari cara menggambar ekspresi wajah dengan memahami anatomi wajah serta gerakan mata, alis, mulut, hidung, dan rahang untuk membuat karakter lebih ekspresif.

 

Bagaimana cara menggambar ekspresi wajah yang natural dan meyakinkan?

 

Untuk menggambar ekspresi wajah yang natural, Anda tidak cukup hanya mengubah bentuk mata atau mulut.

 

Penting untuk memahami bagaimana struktur wajah, otot, mata, alis, mulut, hidung, pipi, dan rahang bergerak bersama saat mengekspresikan emosi.

 

Panduan ini akan membantu Anda mempelajari dasar anatomi wajah agar dapat membuat karakter yang lebih ekspresif dan terasa hidup.

 

 

Pengantar

 

Magdalena Proszowska, atau biasa dikenal Magda Proski, adalah seorang seniman populer yang terkenal dengan potret dan ilustrasi bergaya dan memikat.

 

Saat ini, ia bekerja sebagai Seniman Konsep Senior di studio Ubisoft yang berbasis di Jerman, dan sepenuhnya terlibat dalam pengembangan game berjudul “The Settlers”.

 

Dia menggabungkan kecintaannya pada bercerita dan menciptakan dunia dalam ilustrasi yang ekspresif, dengan karakter-karakter yang hidup di pusatnya.

 

Magdalena adalah seorang seniman digital otodidak, sering menjadi pembicara di event lokal, dan dosen tamu di universitas seni game di Cologne dan Dusseldorf, Jerman.

 

Portofolio: https://www.artstation.com/magdaproski

 

Konstruksi kepala

 

Wajah adalah salah satu objek paling kompleks untuk dilukis. Wajah penuh dengan tonjolan dan cekungan seperti objek tiga dimensi pada umumnya, tetapi juga menceritakan sebuah kisah, membangkitkan emosi, dan menciptakan ilusi seolah ada seseorang yang nyata sedang menatap Anda dari kanvas dua dimensi yang datar.

 

Di era modern ini, kita sudah terbiasa melihat foto orang di mana-mana. Coba bayangkan zaman ketika fotografi belum ada – betapa luar biasa pengalaman melihat sebuah lukisan manusia!

 

 

Ada banyak cara untuk membentuk kepala manusia, sama banyaknya dengan jumlah seniman di dunia ini.

 

Kepala dan wajah terdiri dari dua jenis bahan: tengkorak yang keras dan tidak bergerak, dilapisi dengan otot dan lemak yang lembut serta fleksibel.

 

Tengkorak dapat disederhanakan menjadi tiga bentuk geometris: bola memanjang, kotak, dan setengah silinder.

 

 

Pelajari bentuk tengkorak dengan baik jika Anda ingin meningkatkan keterampilan menggambar potret. Bagian kepala ini tidak berubah dan serupa untuk semua orang.

 

Jika Anda dapat membangun tengkorak dengan proporsi yang tepat, Anda bisa menyesuaikan wajah dengan berbagai cara dan tetap membuatnya terlihat meyakinkan.

 

Tengkorak hanya memiliki satu bagian yang bergerak – yaitu rahang. Rahang memiliki sendi yang cukup fleksibel; selain membuka dan menutup mulut, rahang juga bisa bergerak ke samping serta maju-mundur!

 

Cobalah membuat gigitan mundur atau menggerus gigi Anda untuk memahami maksud saya.

 

 

Untuk memungkinkan semua itu, sendi rahang kita memiliki keunikan tersendiri.

 

Saat Anda membuka mulut, poros (pusat rotasi) tidak tetap, tetapi seluruh rahang Anda bergerak sedikit ke depan! Letakkan jari di sisi pipi Anda di mana Anda bisa merasakan tulang.

 

Sekarang buka dan tutup mulut Anda untuk merasakan gerakan maju dan mundur dari rahang.

 

Dengan demikian, Anda memahami pentingnya menggeser dagu ke depan saat menggambar seseorang dengan mulut terbuka agar tampilan yang dihasilkan terlihat meyakinkan.

 

 

Dimensi wajah

 

Tengkorak sangat penting untuk konstruksi dasar wajah, tetapi kemiripan nyata seseorang ada pada bentuk jaringan lunak yang melekat pada tulang.

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tengkorak dilapisi oleh lapisan otot dan lemak. Beberapa area cukup tipis sehingga Anda dapat dengan mudah melihat bentuk tengkorak di dalamnya.

 

Sementara area lain cukup tebal dan akan bergerak secara dramatis dengan ekspresi wajah yang berbeda.

 

 

Pola hijau pada wajah menunjukkan area di mana kulit paling tipis dan Anda dapat dengan mudah merasakan tulang di dalamnya.

 

Bagian wajah ini ditutupi oleh otot yang sangat tipis dan memiliki sedikit lemak, sehingga perubahan bentuknya minimal.

 

Tempat seperti pipi, bibir, dan kulit di sekitar mata dapat mengalami perubahan bentuk yang signifikan tergantung pada ekspresi wajah.

 

Perlu dicatat bahwa kita masih dapat melihat perubahan permukaan pada area hijau akibat peregangan atau kerutan kulit.

 

Setelah mempelajari tentang tengkorak, hal kedua yang paling penting untuk diingat adalah betapa bulatnya bentuk wajah. Wajah bukanlah bidang datar yang bergerak di dalam ruang.

 

Penting untuk diingat bahwa semua fitur wajah terletak di atas permukaan bulat kepala.

 

 

Ekspresi wajah

 

Ketika Anda tersenyum, Anda tidak hanya mengangkat sudut bibir ke atas. Terdapat serangkaian gerakan otot yang terjadi untuk menciptakan senyuman yang nyata di seluruh wajah Anda.

 

Alis, bentuk mata, sayap hidung, bentuk mulut, dan banyak lagi – semuanya akan bergerak sesuai dengan emosi yang diekspresikan.

 

Amati teman-teman Anda dan coba buat berbagai ekspresi wajah di depan cermin untuk mempelajari dengan seksama bagaimana orang menciptakan emosi melalui wajah mereka.

 

Anda akan segera mengalami perkembangan, dan karakter yang Anda gambar akan terlihat lebih meyakinkan daripada sebelumnya!

 

1- Netral, 2- Bahagia, 3- Sedih, 4- Terkejut, 5- Takut, 6- Marah, 7- Jijik

 

Gambar di atas menggambarkan emosi dasar yang disederhanakan dengan arah gerakan otot (panah hijau) dan pembentukan kerutan (garis biru).

 

Jika Anda ingin menjaga karakter Anda agar terlihat muda, hindarilah menunjukkan kerutan dengan garis hitam, karena semakin banyak kerutan yang Anda gambar pada wajah, karakter tersebut akan terlihat semakin tua atau kurang menarik.

 

Sebaliknya, fokuskan perhatian Anda pada bentuk halus mata, alis, dan mulut, karena mereka memiliki spektrum gerakan yang sangat luas.

 

Gerakan mata dan alis

 

Orang sering menyebut mata sebagai “jendela jiwa.” Benar, mata adalah fitur wajah yang sangat ekspresif.

 

Mata sendiri dapat menunjukkan apakah seseorang sedang tersenyum, merasa takut, atau marah! Ada banyak kelompok otot yang mengelilingi mata.

 

Kelopak mata bisa ditarik lebar untuk memperlihatkan seluruh iris, atau area di sekitar mata dapat berkontraksi untuk menyipitkan mata dan menciptakan kerutan.

 

Alis memiliki kelompok otot terpisah untuk menarik ujung luar dan dalam – itulah sebabnya alis dapat melengkung ke atas dan ke bawah serta membentuk gelombang!

 

Otot tambahan yang khusus juga dapat menarik kedua alis bersama-sama di atas jembatan hidung.

 

 

Amati gambar di atas. Itu hanya beberapa contoh ekspresi mata yang dapat diasosiasikan dengan emosi. J1, J2, dan J3 menunjukkan ekspresi kebahagiaan.

 

Alis berada dalam posisi netral atau sedikit terangkat. Yang terpenting, sudut luar mata menyipit dan terangkat oleh pipi ketika kita tersenyum.

 

Menyipitkan mata memberikan perbedaan nyata antara senyuman yang tulus atau yang dipalsukan.

 

 

A1, A2, dan A3 adalah ekspresi kemarahan atau jijik. Otot-otot di atas jembatan hidung bekerja dengan intens di sini.

 

Mereka menarik alis ke bawah dan bersama-sama, menciptakan banyak kerutan di antara alis dan di jembatan hidung.

 

F1, F2, dan F3 menunjukkan keterkejutan dan ketakutan. Ini adalah satu-satunya ekspresi yang menunjukkan iris secara penuh tanpa terhalang oleh kelopak mata.

 

Bentuk alis yang berbeda dapat membuat mata yang terbuka lebar mengekspresikan beragam emosi, dari terkejut hingga sangat ketakutan.

 

Gerakan mulut

 

Bibir dikelilingi oleh beberapa kelompok otot, memberikan mereka berbagai bentuk yang tak terbatas.

 

Ini memungkinkan kita untuk tidak hanya mengekspresikan emosi, tetapi juga menghasilkan berbagai suara.

 

Berikut ini adalah beberapa contoh yang biasa digunakan untuk mengekspresikan kebahagiaan, ketakutan, dan kemarahan.

 

Saat menggambar mulut, perlu diingat bahwa ketika gigi terpisah, dagu harus diturunkan.

 

Bibir atas dapat melengkung ke atas dengan lembut untuk memperlihatkan gigi, seperti pada senyuman S2 dan S3, atau dengan garis yang lebih tajam untuk mengekspresikan kemarahan dan rasa jijik (G1, G2, dan G3).

 

 

Apakah Anda pernah berpikir mengapa sudut-sudut mulut digambarkan dengan garis lengkung kecil?

 

Sudut mulut terdiri dari sebuah nodus (N) yang terhubung dengan banyak otot.

 

Lihat diagram S1. Nodus tersebut memiliki bentuk bulat yang menciptakan lengkungan kecil (bayangan) di sudut mulut.

 

 

Otot-otot mulut dapat bekerja secara tidak simetris. Anda dapat tersenyum hanya dengan satu sisi mulut. Amati di cermin berapa banyak ekspresi wajah yang bisa Anda buat!

 

Gerakan hidung

 

Hidung adalah elemen emosi yang sering kali diabaikan, namun jika diperhatikan dengan baik, dapat memberikan ekspresi yang halus tetapi signifikan pada wajah.

 

Perhatikan bahwa lubang hidung akan meregang bersamaan dengan mulut pada N4. Lubang hidung akan terbuka lebih lebar saat Anda menarik napas dalam-dalam.

 

Hal ini dapat menciptakan tampilan yang intens pada karakter Anda seperti yang terlihat pada N5. Ketika merasa marah atau jijik, kita cenderung mengerutkan hidung, seperti pada N2 dan N3.

 

N1 – netral, N2 – jijik, N3 – marah jijik, N4 – terkejut, N5 – intens

 

Sebagai penutup pengantar tentang menggambar fitur wajah ini, jangan takut untuk bereksperimen, gabungkan berbagai emosi, dan ciptakan ekspresi yang unik untuk karakter Anda.

 

Yang terpenting, perhatikanlah alam! Cermin adalah alat yang sangat penting bagi setiap seniman karakter.

 

Menciptakan ilustrasi yang berfokus pada ekspresi emosi

 

Memahami dasar-dasar memberikan Anda potensi yang tak terbatas untuk menyesuaikan gaya karakter Anda.

 

Ayo kembali ke awal tutorial ini, di mana saya menjelaskan konstruksi geometris dasar. Dengan memodifikasi proporsi elemen-elemen tersebut, kita dapat menciptakan wajah yang bergaya dan meyakinkan.

 

 

Menggunakan bentuk geometris sederhana juga membantu Anda mengatur kemiringan kepala dalam perspektif.

 

Saya memilih karakter yang imut dengan mata besar dan wajah bulat. Saya memperbesar ukuran kotak tengah dan membuat setengah silinder menjadi lebih pendek.

 

Pada langkah selanjutnya, saya menggambar tengkorak sesuai dengan proporsi tersebut dan menambahkan wajah penuh di atasnya.

 

 

Untuk menciptakan senyuman yang tulus, saya tidak lupa untuk mengangkat alis dan menutupi kelopak bawah dengan pipi.

 

Perhatikan bagaimana mulut yang meregang mengangkat pipi dan membuat bentuknya terlihat lebih bulat.

 

 

Tertarik dengan seni & desain karakter atau ingin tahu apa yang diperlukan untuk menjadi seorang desainer karakter?

Cek tautan di bawah ini!

 

Panduan Terbaik Seni & Desain Karakter untuk Pemula