Cara Menggambar Daun dan Pohon yang Mudah untuk Latar Belakang Ilustrasi
Pelajari cara menggambar pohon, daun, rumput, dan semak untuk ilustrasi digital. Pahami juga teknik membuat latar belakang lebih realistis dengan konsep foreground, midground, dan background.
Kedalaman Bidang
Sebelum masuk ke cara menggambar dedaunan, ada satu konsep penting dalam menggambar latar belakang yang perlu dipahami terlebih dahulu, yaitu kedalaman bidang.
Konsep ini bisa dibagi secara sederhana menjadi tiga bagian: latar depan, latar tengah, dan latar belakang.

- Latar depan: Bagian ini memiliki nilai rendah, warna gelap dengan intensitas/saturasi yang rendah, serta banyak detail. Dalam gambar bergaya, latar depan sering kali digambarkan sebagai siluet.
- Latar tengah: Di sinilah fokus utama dari gambar berada. Ia memiliki warna dengan intensitas tertinggi dibandingkan dengan layer lainnya.
- Latar belakang: Memiliki nilai tinggi, warna cerah dengan intensitas rendah. Sedikit detail.
Menambahkan Daun dengan Menggunakan Kuas Bulat Sederhana
- Pada tahap ini, pemilihan warna belum menjadi hal yang utama. Gunakan warna apa pun, lalu mulailah menambahkan beberapa bentuk daun di area sekitar. Usahakan agar penyebarannya tidak terlalu luas, dan pastikan area terang serta gelap tetap terlihat jelas.




Berikut adalah beberapa langkah untuk menggambar semak yang tumbuh ke berbagai arah dari bentuk dasar yang pertama.

Menggambar Rumput
Campurkan warna menggunakan kuas besar.

Lukislah beberapa rumput dengan kuas sederhana secara horizontal. Seperti saat kita menggambar daun pada semak-semak. Gunakan alat pemilih warna untuk memilih warna yang sama dari area yang telah dicampur, kemudian lukis bilah-bilah rumput.

Tambahkan beberapa tanaman liar.

Menggambar Pohon
Berikut adalah beberapa langkah untuk menggambar berbagai jenis pohon menggunakan bentuk dasar yang berbeda.

Menggunakan metode yang sama saat menggambar rumput: campurkan warna, lalu lukis kelompok daun.


Sama seperti saat menggambar semak, lebih baik menggunakan arah sebagai pedoman.


Tambahkan detail. Saya membuat beberapa celah di antara kelompok daun dan menambahkan warna lain pada batangnya.

Menggambar Daun

Seperti yang telah dsebutkan sebelumnya mengenai kedalaman bidang, objek di latar depan memiliki detail yang tinggi, sehingga terkadang daun di latar depan perlu digambar secara satu per satu.
Saat menggambar daun satu per satu, saya biasanya memulai dari garis tengah agar bentuknya lebih mudah ditentukan. Berikut beberapa contoh garis yang bisa dijadikan referensi.


Daun yang berbeda memiliki bentuk yang bervariasi, tetapi umumnya memiliki garis tengah yang mirip dengan tulang punggung pada tubuh manusia. Garis ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menggambar daun. Berikut adalah beberapa daun dalam sudut dan posisi yang berbeda yang saya gambar hanya menggunakan satu garis tengah yang serupa.


Garis-garis ini juga dapat digunakan saat menggambar cabang daun.

Tidak semua tanaman memiliki pola cabang daun yang sama. Berikut adalah tiga contoh pola berbeda dari tanaman yang saya temukan di taman ibu saya.
Referensi ini dapat membantu jika ingin membuat dedaunan terlihat lebih detail dan memiliki karakter yang lebih beragam. Biasanya saya mencari referensi tanaman di Google terlebih dahulu untuk memahami bentuk dan pola dasarnya sebelum mulai menggambarnya di kanvas.
Namun, mengamati tanaman secara langsung sering kali memberikan hasil yang lebih baik. Dengan melihat cabang aslinya, Anda dapat memperhatikan detail dari berbagai sudut dan memastikan tidak ada bagian yang terlewat.

Tips
Selalu gunakan referensi! Hindari menggambar hanya dari ingatan. Terdapat banyak jenis rumput, semak, dan pohon. Cari berbagai referensi untuk menciptakan variasi dan komposisi yang menarik.

Tidak perlu memberi detail pada semua bagian gambar. Prioritaskan detail pada area yang ingin menarik perhatian. Biasanya, titik fokus berada di latar depan atau latar tengah, sedangkan bagian latar belakang yang jauh dibuat lebih minimal.

Kesimpulan
Lihat gambaran besar terlebih dahulu, dan detail setelahnya. Manfaatkan bentuk dasar untuk membangun keseluruhan, kemudian gunakan garis panduan sebagai acuan saat menambahkan detail.

– Ann Maulina
Ann Maulina adalah seorang seniman komik dari Indonesia. Komik-komiknya berupa Raruurien (www.raruurien.com) dan Varunair. Dia juga terkadang bekerja freelance sebagai seniman konsep game. Dia memiliki gelar Sarjana dalam Desain Komunikasi Visual, yang membuatnya unggul dalam proyek seni dan desain. Dia senang membuat karya seni sambil menjelajahi warna-warna yang dinamis dan harmonis. Anda dapat menemukannya di:
Ketahui selengkapnya:
Panduan Teori Warna: Membuat Skema Warna
Tertarik dengan seni konsep atau ingin tahu apa yang diperlukan untuk menjadi seorang seniman konsep?
Cek tautan di bawah ini!










