Cara Menggambar Anime yang Detail & Estetik
Pelajari cara meningkatkan kualitas ilustrasi gambar anime menjadi lebih estetik dengan menambahkan detail secara efektif, mengatur komposisi ilustrasi yang seimbang, serta memanfaatkan foreground, middle ground, dan background!
Bagaimana cara menggambar ilustrasi anime yang detail dan estetik?
Untuk menggambar ilustrasi anime yang penuh detail dan estetik, namun tetap enak dilihat, kita perlu mengatur komposisi ilustrasi, memisahkan bagian depan (foreground), tengah (middle ground), dan latar belakang (background), serta menempatkan detail agar mata tetap tertuju pada fokus utama gambar.
Detail tidak perlu memenuhi seluruh area; yang penting adalah bagaimana setiap elemen mendukung suasana dan pusat perhatian ilustrasi.
Dengan memulai dari bentuk geometris sederhana, mengelompokkan lineart dan warna, serta menggunakan alat gambar digital seperti Clip Studio Paint untuk sketsa dan penintaan, proses membuat ilustrasi yang kompleks akan menjadi lebih rapi, nyaman, dan mudah dikendalikan.
1. Pendahuluan
Saat membuat ilustrasi, keinginan untuk menambahkan banyak detail sering kali membuat gambar terlihat terlalu padat. Akibatnya, fokus dan makna utama ilustrasi menjadi kurang tersampaikan.
Dalam tutorial ini, saya akan mengajarkan cara memasukkan banyak elemen ke dalam sebuah ilustrasi tanpa membuat gambar terlihat terlalu ramai dan tetap menjaga elemen utama yang ingin disorot tetap jelas terlihat.

Untuk membuat ilustrasi dalam tutorial ini, saya menggunakan dua perangkat lunak yang berbeda:
- Clip Studio Paint (CSP) untuk sketsa dan penintaan digital.
CSP dilengkapi dengan stabilizer kuas yang membuat garis lebih nyaman dan halus. Menurut saya, perangkat lunak ini sangat ideal untuk penintaan dan menggambar sketsa ilustrasi.
- Photoshop (PSD) untuk pewarnaan dan sentuhan akhir.
Karena PSD dirancang khusus untuk pengeditan foto, PSD memiliki banyak opsi dalam hal pewarnaan dan pasca produksi gambar, membuat pewarnaan digital menjadi sangat mudah.
2. Menyederhanakan Objek dan Memahami Perspektif
Untuk setiap ilustrasi (baik yang sederhana maupun yang lebih kompleks), kita harus memahami bahwa setiap elemen yang ada, baik itu karakter atau objek di sekitar, dapat disederhanakan menjadi bentuk geometris.
Hal ini akan menghemat banyak waktu saat menempatkan elemen apa pun dalam gambar perspektif.
Bentuk yang paling umum (dan mudah dibuat) adalah kubus, silinder, bola, dan piramida.

Sangat penting untuk memahami dasar-dasar perspektif sebelum kita mulai membuat gambar jenis ini.
Namun, untuk mempercepat proses, saya rasa juga sangat penting untuk memahami perspektif secara intuitif, yaitu mampu menempatkan elemen-elemen yang disebutkan di atas di mana saja dalam ruang tanpa menggunakan titik hilang.
Ini akan sangat membantu kita saat ingin memasukkan banyak objek dalam satu gambar tanpa harus membuat banyak titik hilang.
Berikut adalah latihan untuk mengasah naluri perspektif: Ambil foto suatu ruang (seperti jalan atau ruangan) dan coba buat berbagai bentuk geometris dalam gambar tanpa menggunakan titik hilang.
Gunakan hanya perspektif foto sebagai referensi untuk menempatkan figur-figur tersebut.

Jika kita menerapkan konsep latihan ini pada ilustrasi yang ingin dibuat (saya akan menggunakan ilustrasi tutorial sebagai contoh), kita akan mampu menciptakan dasar yang sangat mudah untuk digambar di atasnya.

Dengan cara yang sama kita menggunakan perspektif foto sebagai referensi untuk membuat bentuk geometris,
Kita juga dapat memanfaatkan perspektif dari bentuk-bentuk referensi ini untuk membuat figur yang lebih detail!
Mulailah dengan yang sederhana, dan secara bertahap tingkatkan kompleksitasnya.

Sebagai penutup bagian ini, saya ingin menekankan betapa pentingnya memahami objek yang kita gambar, sehingga sangat disarankan untuk menggunakan referensi.
3. Nilai & Komposisi Ilustrasi
Cara terbaik untuk membuat komposisi ilustrasi yang dinamis dan mendalam adalah dengan memperhatikan latar depan (foreground), tengah (middle ground), dan latar belakang (background),
Sesuai namanya, ini semua berkaitan dengan mengatur elemen-elemen ilustrasi berdasarkan jaraknya dari sudut pandang.

1 (latar depan), 2 (latar-tengah), and 3 (latar belakang)
Tergantung pada kompleksitas gambar, kita bisa memiliki lebih dari satu latar tengah, seperti pada karya di bawah ini:

Catatan: Memisahkan elemen-elemen menjadi blok-blok yang berbeda juga akan memudahkan saat mewarnai.
Alasannya adalah karena ini membantu kita menjaga semua elemen tetap terorganisir.
4. Konseptualisasi Adegan (sketsa)
Selanjutnya, saya akan menjelaskan bagaimana saya membuat sketsa sebagian besar gambar saya.
Perlu diingat bahwa membuat ilustrasi adalah hal yang sangat subjektif, dan pada akhirnya, setiap orang memiliki cara masing-masing untuk bekerja dengan nyaman.
Untuk gambar ini, saya ingin menampilkan seorang gadis yang sedang beristirahat dengan hewan-hewan peliharaannya dalam suasana yang sangat santai, jadi saya mulai mencoret-coret hingga menemukan sesuatu yang meyakinkan saya.
Pada tahap ini, saya tidak terlalu fokus pada hasil akhir gambar – saya hanya memikirkan ide dan bagaimana saya ingin mendistribusikan objek-objek di seluruh adegan.
Saya biasanya menggunakan perspektif isometrik (terutama untuk interior) karena ini memudahkan penempatan elemen-elemen dalam gambar.
Setelah saya menemukan ide yang saya sukai, saya membuat sketsa kasar tentang bagaimana hasil akhirnya akan terlihat dari segi komposisi.
Triknya di sini adalah memikirkan di mana kita akan menempatkan kamera jika ingin mengambil foto dari adegan tersebut.
Sketsa kasar ini hanya untuk membantu kita merancang komposisi karya, jadi tidak perlu khawatir untuk membuatnya terlihat rapi dan cantik. Di sini, saya mencoba menerapkan apa yang saya jelaskan di bagian 2 dan 3 dengan cara yang lebih intuitif.
Setelah sketsa kasar selesai, saya mulai membuat sketsa akhir.
Dengan memanfaatkan sketsa kasar yang saya buat sebelumnya dan melihat referensi untuk objek-objek yang ingin saya masukkan ke dalam adegan, saya menggambar detail dan elemen-elemen gambar agar semuanya menjadi jelas.
Di tahap ini, saya juga mempertimbangkan bagaimana pencahayaan akan berdampak pada gambar akhir.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, fokus gambar ini adalah gadis yang sedang beristirahat.
Jadi, untuk membuatnya lebih menonjol secara komposisi, saya memerlukan banyak detail di semua elemen di sekitarnya, sambil juga menyisakan ruang di antara elemen-elemen tersebut agar wajahnya bisa dengan mudah dikenali oleh pembaca.
Saya juga memanfaatkan bayangan dalam gambar untuk “membagi” gambar menjadi dua agar membantu memfokuskan penonton pada wajah gadis itu, karena mata kita cenderung tertuju pada area bawah gambar.
Dengan adanya bayangan ini, saya juga dapat menghasilkan suasana santai yang saya inginkan untuk gambar ini.
Terakhir, jika kita merasa tidak yakin tentang cara menggambar suatu objek, sangat penting untuk memulai dengan hal yang sangat sederhana dan secara bertahap menambahkan kompleksitas seiring waktu.
Catatan: Untuk semua sketsa saya di CSP, saya menggunakan kuas Turnip kustom dengan opasitas berdasarkan tekanan, 36% tekanan, dan 59% acak.
5. Line Art
Setelah kita memiliki sketsa yang jelas, membuat line art menjadi sangat sederhana.
Namun, ini membutuhkan banyak kesabaran (dan referensi) agar hasilnya persis seperti yang ada dalam pikiran.
Tahap ini sangat penting untuk mempermudah proses pewarnaan di tahap berikutnya.
Secara pribadi, saya membuat line art dalam bentuk blok, memisahkan setiap kelompok elemen berdasarkan posisinya dalam gambar, seperti yang dapat dilihat di bawah ini:

Setiap blok memiliki line art dan warna dasar masing-masing. Dalam kasus ini, mereka dibagi menjadi 4 folder yang berbeda.
Mengatur ilustrasi dengan cara ini memungkinkan kita membagi gambar menjadi beberapa bagian, sehingga proses pewarnaan dan shading menjadi jauh lebih mudah.
Catatan: Untuk membuat line art, saya menggunakan kuas Saji kustom yang sama seperti saat membuat sketsa, tetapi kali ini saya tidak menggunakan opasitas tekanan.
6. Pewarnaan dan Shading
Setelah menyelesaikan line art, saya mengekspor dokumen sebagai file PSD dan mulai menambahkan bayangan.
Karena terdapat satu sumber cahaya, saya membuat bayangan di satu layer dengan mode Perbanyak blending.
Untungnya dengan membagi line art menjadi beberapa bagian, proses pewarnaan menjadi jauh lebih cepat karena saya dapat fokus pada setiap bagian gambar secara terpisah.
Di tahap ini, saya lebih memilih untuk memikirkan warna spesifik dari setiap elemen ketimbang melihatnya sebagai satu kesatuan.

Shading (kiri) dan warna (kanan)
Pada titik ini, saya ingin melukis seni garis di dalam setiap elemen tersebut.
Ini merupakan bagian dari gaya pribadi saya, tetapi saya pikir ini membantu membuat gambar tampak lebih ringan, karena garis warna ini tidak terlalu gelap.
Ini adalah proses yang saya ikuti:
- Kunci layer dimana line art berada.
- Pilih warna utama di dalam garis, atau, jika warnanya terlalu netral (seperti pada anjing putih ini), pilih warna yang serupa tetapi lebih jenuh (dalam hal ini, merah muda yang sangat terang).
- Tergantung efek yang saya inginkan, saya meningkatkan atau mengurangi opasitas kuas (pada screenshot di bawah ini, kita dapat melihat berbagai opasitas yang saya terapkan di setiap bagian).

Ketika kita menyatukan layer bayangan dan warna dasar, inilah hasil gambar yang terlihat:
7. Sentuhan Akhir
Pada tahap ini, saya menggabungkan semua elemen yang telah saya buat.
Untuk mendapatkan suasana matahari terbenam yang diinginkan, saya menggunakan filter foto oranye PSD dan layer dengan mode blending Overlay, menonjolkan nuansa hangat dengan warna kuning/oranye untuk cahaya dan sedikit warna lilac/merah untuk bayangan.
Catatan: Dalam situasi seperti ini, menggunakan layer penyesuaian Color Lookup dapat sangat membantu, karena menawarkan berbagai prasetel warna yang mampu meningkatkan kualitas visual akhir karya seni.
Setelah kita menemukan warna dan bayangan yang diinginkan, cukup berikan sentuhan akhir pada gambar.
Untuk lebih memfokuskan gambar pada gadis tersebut, saya memutuskan untuk membuat bayangan sedikit lebih lebar (agar tampak seperti bagian dari jendela).
Dengan cara ini, saya bisa membuat semacam lingkaran di sekitar gadis itu, yang mengarahkan fokus mata ke pusat ilustrasi.

Catatan:
(1) Saya merekomendasikan untuk mempertegas tepi-tepi bayangan dengan lapisan Overlay tambahan di area yang lebih terang.
(2) Saat cahaya terang masuk ke dalam ruangan, kita juga bisa melihat partikel debu yang berkilau, seperti yang saya tambahkan di seluruh gambar.
(3) Menambahkan warna datar dari warna cahaya utama pada permukaan tertentu (seperti rambut) membuatnya lebih menonjol.

Gambar sudah selesai!
8. Format Gambar dan Ekspor
Saya biasanya membuat ilustrasi saya dengan mempertimbangkan format gambar yang sesuai untuk Instagram.
Instagram mendukung tiga format berikut (dan variasi di antaranya):

Saya memilih salah satu dari tiga format ini dan mengalikannya dengan 3. Misalnya, jika saya ingin membuat gambar 1080 x 1080 px, saya akan mengatur kanvas saya 3240 x 3240 px.
Dengan cara ini, resolusinya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ilustrasi yang lebih kecil saat saya mengekspornya (sebagai PNG) ke ponsel saya untuk diunggah ke Instagram.
Tentang Penulis
Carles Dalmau adalah seorang ilustrator, artis konsep, dan seniman komik yang lahir di Girona. Saat ini, ia bekerja sebagai pekerja lepas untuk berbagai perusahaan, game indie, dan individu. Ia juga secara rutin memposting ilustrasinya di Instagram dan memiliki lebih dari 730.000 pengikut.
Tertarik dengan seni konsep atau ingin tahu apa yang diperlukan untuk menjadi seorang seniman konsep?
Cek tautan di bawah ini!











